Puisi Ibu
Tercinta
Surat Untuk
Harapanku
Duhai anak yang kupertaruhkan
nyawaku untukmu
Di tanganmu, kutitipkan harapan masa tua
Bahkan impian saat aku telah tiada
Saat ibu telah menjadi nama digoresan nisan
Maafkan ibu yang tak sesempurna Tuhan dalam mencintaimu
Yang sering membuatmu kecewa saat tak satu jalan
Ketika jalan yang kita tempuh seolah tak sama
Ketika keinginan yang kita pinta tak bisa satu kata
Bukan atas dasar nafsuku
Bukan atas dasar keangkara murkaanku
Sebatas keyakinan dalam pilihan terbaik untukmu
Atau sekedar rasa takutku atas jalan yang salah yang kau tempuh
Duhai jiwa yang dititipkan Tuhan untukku
Saat nisan ibu mengganti kehadiran ibu di dunia ini
Mungkin saat itu kau akan bebas memilih
Dan tak lagi ada pertentangan diantara batinmu
Namun ingatlah, diantara bulir - bulir airmata
Diantara gertak marah dan bentak kata
Kasih sayangku tetap setia mendampingimu
Di tanganmu, kutitipkan harapan masa tua
Bahkan impian saat aku telah tiada
Saat ibu telah menjadi nama digoresan nisan
Maafkan ibu yang tak sesempurna Tuhan dalam mencintaimu
Yang sering membuatmu kecewa saat tak satu jalan
Ketika jalan yang kita tempuh seolah tak sama
Ketika keinginan yang kita pinta tak bisa satu kata
Bukan atas dasar nafsuku
Bukan atas dasar keangkara murkaanku
Sebatas keyakinan dalam pilihan terbaik untukmu
Atau sekedar rasa takutku atas jalan yang salah yang kau tempuh
Duhai jiwa yang dititipkan Tuhan untukku
Saat nisan ibu mengganti kehadiran ibu di dunia ini
Mungkin saat itu kau akan bebas memilih
Dan tak lagi ada pertentangan diantara batinmu
Namun ingatlah, diantara bulir - bulir airmata
Diantara gertak marah dan bentak kata
Kasih sayangku tetap setia mendampingimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar