Jumat, 02 Desember 2016

puisi ibu tercinta



Puisi Ibu Tercinta
Surat Untuk Harapanku



Duhai anak yang kupertaruhkan nyawaku untukmu
Di tanganmu, kutitipkan harapan masa tua
Bahkan impian saat aku telah tiada
Saat ibu telah menjadi nama digoresan nisan

Maafkan ibu yang tak sesempurna Tuhan dalam mencintaimu
Yang sering membuatmu kecewa saat tak satu jalan
Ketika jalan yang kita tempuh seolah tak sama
Ketika keinginan yang kita pinta tak bisa satu kata

Bukan atas dasar nafsuku
Bukan atas dasar keangkara murkaanku
Sebatas keyakinan dalam pilihan terbaik untukmu
Atau sekedar rasa takutku atas jalan yang salah yang kau tempuh

Duhai jiwa yang dititipkan Tuhan untukku
Saat nisan ibu mengganti kehadiran ibu di dunia ini
Mungkin saat itu kau akan bebas memilih
Dan tak lagi ada pertentangan diantara batinmu

Namun ingatlah, diantara bulir - bulir airmata
Diantara gertak marah dan bentak kata
Kasih sayangku tetap setia mendampingimu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar